Pasal yang Menjerat Indra Kenz Terkait Judi Binomo Sampai Pencucian Uang

binomo

Indra Kesuma alias Indra Kenz terjerat kasus dugaan penipuan dan perjudian online melalui aplikasi Binomo.

Airforcebalbharatischool – Influencer, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perjudian dan penipuan online, menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara. Indra Kenz dilaporkan oleh 8 orang yang menjadi korban penipuan Binomo.

Para korban melaporkan pemilik aplikasi serta sejumlah afiliasi dari aplikasi Binomo, termasuk Indra Kenz. Sebagai afiliasi, Crazy Rich Medan yang saat ini ditahan oleh Bareskrim Polri juga mempromosikan aplikasi Binomo melalui media sosial miliknya.

Bareskrim Polri yang menangani kasus Indra Kenz menemukan adanya unsur pidana dalam praktik terafiliasi dengan aplikasi Binomo. Dari judul kasus tersebut, polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Indra Kenz.

Indra Kenz diduga melakukan tindak pidana perjudian online dan/atau menyebarkan berita bohong melalui media elektronik dan/atau penipuan, penipuan dan/atau pencucian uang. Ia dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Tambahan Pasal 3 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Indra Kenz juga dijerat pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP.

“Ancaman hukuman untuk yang bersangkutan adalah 20 tahun,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Kamis (24/2/2022).

Aturan yang dilanggar Indra Kenz Kecurigaan pertama terhadap Indra Kenz terkait perjudian. Polisi kini menjeratnya dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008. 2016.

Aset Indra Kenz yang Akan Disita Akibat keterlibatannya dalam kasus penipuan platform, aset Indra Kenz akan disita oleh penyidik Polri. Aset yang akan disita adalah rumah bernilai miliaran, mobil bermerek, dan rekening milik Indra Kenz.

“Terdapat mobil listrik Tesla model 3 warna biru, mobil Ferrari California 2012, rumah di Deli Serdang, Sumut kurang lebih Rp 6 miliar, rumah di Medan kurang lebih Rp 1,7 miliar, rumah di Tangerang,” ujarnya. dikatakan. Direktur Kejahatan Ekonomi Khusus. (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Jumat (4/3/2022).

Defender Indra Kenz Indra Kenz sempat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan dengan konten binary options di media sosialnya. Klarifikasi dan permintaan maaf tersebut diunggah ke akun Instagram @indrakenz, pada malam 17 Februari 2022.

Ia pun menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dan mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung. “Pada kesempatan ini, izinkan saya sampaikan permintaan maaf saya kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan karena konten binary options yang aku unggah,” tulis Indra seperti dikutip Kompas.com atas izin kuasa hukumnya. Indra mengaku mulai aktif menggunakan platform binary options pada 2018. Awalnya, ia mengenal binary options karena melihat iklan di Youtube.

Setahun kemudian, Indra mulai membuat konten binary options di media sosial. Menurutnya, konten tersebut membuat jumlah followers atau subscriber akun Youtube miliknya meningkat pesat. Lebih lanjut, ia juga mengaku telah mengunggah video yang menyatakan bahwa aplikasi Binomo legal di Indonesia.

Namun, pada tahun 2020 Indra menyadari bahwa pernyataannya salah dan salah sehingga ia membuat pernyataan klarifikasi. “Pada awal tahun 2020, saya juga sudah mengklarifikasi dan membuat pernyataan baru yang menyatakan bahwa platform binary options itu ilegal,” kata Indra.

Baca Juga : Kecanduan Judi Online, RWS Curi Emas Milik Majikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *